Pilih Laman

Berawal dari silabus di sekolah yang diiringi dengan ide dan inisiatif sendiri. Materi demi materi saya pikirkan agar anak mendapatkan hasil yang terbaik dalam sebuah pembelajaran, Minimal siswa-siswi dapat memproduksi hasil karya. Setelah memikirkan secara matang, saya mengambil keputusan agar karyanya lebih dihargai. Selintas terpikirkan, bagaimana jika karya siswa-siswi saya bukukan agar anak lebih semangat lagi dalam pembelajaran membuat karya sastra. Ketika itu saya mulai memberikan tugas kepada siswa-siswi agar membuat puisi yang bertema “Ibu”, lalu Saya berikan arahan dan informasi terkait materi cara membuat puisi.

Di awal semester 2 kelas X keperawatan 1, 2, 3, dan 4 Saya berikan motivasi bahwa semester ini kita akan membuat buku “Antalogi Puisi”. Prosesnya sangatlah mudah, siswa-siswi diberi tugas membuat puisi. Setelah itu puisi dikumpulkan berbentuk softcopy kepada penanggung jawab kelas dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah karya terkumpul, masalahnya harus saya bawa kemana naskah-naskah ini agar menjadi sebuah buku yang utuh. Lalu saya bertanya kepada seorang teman dan mengarahkan saya ke arenabuku.com, sebuah website yang menangani segala hal tentang buku. Mau cetak buku saja atau mau menerbitkan buku, semua bisa.

Perkenalan saya dengan arenabuku berlanjut, saya pelajari semua layanan di arenabuku.com untuk menentukan layanan apa saja yang saya perlukan. Di arenabuku.com semua serba mudah dan investasi yang diperlukan untuk menerbitkan sebuah buku, Alhamdulillah sangat terjangkau bagi saya dan juga mungkin bagi semua orang. Setelah itu saya memutuskan untuk menggunakan layanan publishing dengan paket yang saya ambil yaitu paket standard dengan tambahan layanan stand alone yaitu cover buku. Maklum saya gak bisa membuat cover buku hehe.

Ketika itu saya berpikir “banyak orang yang membatasi sebuah karya sastra siswa-siswi, sampai-sampai saya punya pengalaman bahwa guru hanya melihat siswa-siswi dari sisi malas dan rajin, bodoh dan cerdas. Saya pasti jamin 100% guru hanya mengambil siswa-siswi yang cerdas dan rajin untuk membuat sebuah buku Antalogi puisi tanpa memperdulikan yang “malas” dan “bodoh”. Maka dari itu saya hanya ingin memberikan inspirasi kepada semua guru bahwa tidak ada siswa-siswi yang bodoh, tetapi mereka hanya malas. Ketika anak malas berarti mereka butuh motivasi dan ketika rajin pun anak harus selalu diberi motivasi agar tetap bertahan. Ketika mereka malas pasti mereka masih bisa berubah menjadi rajin, samapun ketika mereka bodoh berarti mereka masih bisa berubah menjadi cerdas.

Inilah awal mula motivasi saya membuat antalogi puisi di kelas X keperawatan 1, 2, 3, dan 4. Saya ingin semua siswa-siswi di kelas tersebut membuat karya buku agar punya rasa kebanggaan dalam diri. Cara mudahnya agar anak membuat puisi adalah saya berikan materi struktur batin dan struktur fisik puisi. Ketika semuanya sudah kita tulis walau ada bahasanya kasar lalu ada proses penyuntingan atau perbaikan kata-kata dan perbaikan bentuk puisi (tipografi) sesuai yang diinginkan siswa-siswi agar bervariatif dan lebih baik. Setelah semuanya selesai barulah puisi siswa-siswi dikumpulkan agar dijadikan buku.

Setelah semua puisi saya rapikan dan sunting. Saya kirim naskah kumpulan puisi itu ke arenabuku.com. Proses selanjutnya saya serahkan kepada tim arenabuku.com, Ketika itu saya lupa judul puisinya lalu saya pikirkan kembali sekitar 1 bulan memikirkan judul. ketika itu terpikirkan “Perawat Hati” kerena antologi puisi ini bertemakan tentang “Ibu”. Saya melihat dan menatapi istri yang indah bagaikan ibu di surga ketika sedang rapat bersama di aula. Lalu jadilah buku yang berjudul “Perawat Hati”.

Butuh proses dan waktu yang tepat untuk membuat Antalogi Puisi ini. Pembelajaran yang menyenangkan yang bisa membuat anak senang dan pembelajan yang terkenang yang dapat membuat anak mengenang. Pembelajaran yang beda itu bukan hal yang buruk hanya saja setiap orang punya masing-masing cara mengajar demi mencapai tujuan yang baik. Baik itu tergantung pada kebaikan, cerdas juga tergantung kepada siapa ia belajar. Mengajar adalah cara membuat semua anak cerdas bukan mencerdaskan anak-anak yang sudah dianggap cerdas. Butuh waktu empat bulan saya dan tim arena buku memproses Antalogi ini hingga Selesai.

 

Open chat
Butuh bantuan?